Minggu, 09 Oktober 2011

Mts Irsyaduth thullab

Chatting yang membwa kebaikan
Hari itu awal Bulan Oktober 2011 saya sedang iseng buka Facebook dan kebetulan Chatting di Group Sahabat BlankOn Semarang ada salah satu anggotanya yang bertanya mengenai masalah Setting printer dan mencari solusinya yang kebetulan saya juga pernah mengalami masalah tersebut, dan sayapun memberikan trik sementara untuk mengatasi masalah tersebut, di bawah ini adalah gambar  dari trik saya: 

Gambar yang agak aneh ya? silahkan Anda berpikir sendiri untuk menerjemahkan gambar tersebut, kalau masih belum tahu maksud dari gambar tersebut silahkan klik disini untuk melihat penjelasaannya, jika masih bingung silahkan minta penjelasan ke bapak Faiq Aminuddin yang mengalami masalah tersebut.
Setelah ngobrol agak panjang dan saling memperkanalkan diri  masing-masing yang isinya bla.....bla....bla.... (saya tulis lain waktu saja)

Tanggal 05 Oktober 2011 saya menerima surel dari pihak Mts Irsyaduth thullab yang di tulis langsung oleh bapak Faiq Aminuddin yang isinya sebagai berikut:
Berdasarkan saran SBS pada Face Book, maka berikut kami kirimkan profil kami:
Nama : MTs. Irsyaduth Thullab
Tingkat : SMP
Alamat : RT 03 RW 01 Desa Tedunan, Kec. Wedung, Kab. Demak
Jumlah siswa: 95
jumlah komputer:
  • 1 note book dual boot Ubuntu 10.04 + Windows 7
  • 1 note book dual boot Ubuntu 10.04 + Windows Vista
  • 1 note book Windows 7
  • 1 PC pentium 4 mandriva tapi sudah sering ngadat
  • printer: canon ip 2700
  • scaner: scan maker microtek 5800
  • 1 modem GSM (Huawei)
  • 1 modem CDMA (Venus)
  • jumlah guru dan karyawan 22
Sebagai informasi, MTs. Irsyaduth Thullab satu lokasi dengan MI. Irsyaduth Thullab (tingkat SD) dengan murid 300 , di MI ada 2 PC dan 1 laptop semuanya masih pakai windows tapi sudah ada terinstall OpenOffice, selain itu terdapat dua orang guru yang memiliki notebook.
Kami akan senang sekali bila KLPISemarang dan SBS berkenan datang ke desa Tedunan. Saya (Faiq Aminuddin) sebagai kepala MTs dan guru TIK sangat ingin migrasi dari Windows ke Linux. 
Baru saja kami terima dana BOSDA sebesar 3.700.000 sesuai dengan proposal kami akan gunakan untuk pengadaan komputer dan printer. Tentang jadwal acara kami menyesuaikan dengan jadwal SBS dan KLPI saja. Pekan ini kami sedang Ulangan Tengah Semester. Kontak: Faiq (081325..........)
=======================================================================
Balasan Surel dari saya:
Terimakasih pak, nanti kami bahas bersama dulu, dan semoga bisa cepat terealisasi, ohya, itu mau pakai Distro apa rencananya?
=======================================================================
MTs. Irsyaduth Thullab
Pakai Blankon saja, Tapi dibuat dual boot dengan windows. Ohya yang perlu kami persiapkan ap saja. Biasanya, format acaranya bagaimana?
=======================================================================
Balasan Surel dari saya:
itu mau buat workshop, seminar atau pelatihan? kalau yang sering kita lakukan selama ini, langsung install aja di komputer yang ada, nanti pihak guru TI yang  mengajarkan langsung pada murid-murid, cara ini lebih efisien waktu dan tidak menghabiskan dana, jadi dana yang tersedia bisa dipakai untuk keperluan lainnya, misalnya buat beli beberapa PC atau sarana lainnya yang lebih dibutuhkan.
=======================================================================

MTs. Irsyaduth Thullab
Ok. Kami ingin diajari cara install Blankon dual boot dengan sistem operasi yg sudah ada Winows 7 sehingga siap pakai (+ngeprint, scan, dan modem) sambil tanya jawab tentang linux. Kami tunggu kehadirannya. Kalau bisa besok, Minggu/Ahad 9 Oktober 2011 mumpung ada rapat dewan guru. Kami mohon SBS dan Klise memberikan sekilas info tentang linux dan blankon. 

Di atas adalah sebagian kecil dari obrolan surel saya dengan MTs. Irsyaduth Thullab.

Minggu 09 Oktober 2011 saya, Mahardika,  Muhammad d'Insane Abdul Majid  berusaha memenuhi undang dari bapak Faiq Aminuddinberangkat dari semarang jam 07.15 WIB, jalur yang kami tempuh melalui tanah mas karena berangkat dari kios maka jalur itu yang paling ideal untuk dilalui.
Sebelum berangkat kami mempersiapkan segala peralatan demi lancarnya proses migrasi tersebut, diantaranya bawa Flashdisk, CD BlankOn, dan peralatan lainnya tapi masih ada yang ketinggalan juga dan ini akhirnya menjadi masalah diperjalanan (saya jelaskan nanti aja deh biar seru)
Sekitar jam 8an sebelum memasuki kota Demak kami istirahat dulu sebentar di salah satu warung kaki lima (kalau bahasa jogja angkringan), disitu kita pesan Teh Anget dan makan beberapa gorengan sekedar untuk isi perut, kami ngbrol dengan bapak pemilik warung itu yang orangnya cukup ramah (lupa kenalan jadi gak tahu namanya) karena bapak tersebut orangnya ramah akhirnya saya-pun bertanya kalau ke Desa Tedunan jalur yang paling mudah lewat mana ya pak? beliau menyarankan lewat aja jalur Jepara/Welahan.... bla..... bla..... bla....., yah daripada nyasar kami mengikuti saran bapak tersebut

Setelah selesai menghabiskan Teh anget yang kami pesan dan sekadar mengisi perut dengan makanan yang tersedia disitu kami-pun melanjutkan perjalan ke TKP, ditengah perjalan si dika ngantuk dan mengaku bosan dengan jalan yang kami lewati katanya perjalan ini kurang seru dari tadi koq jalannya lurus dan datar  terus semua kurang tantangan, ya harap maklum di Semarang kan jalanya banyak naik turun beda dengan Denmark yang tanahnya datar.

Setelah parjalannan agak jauh dan sambil istirahat sebentar,  karena takut nyasar saya tanya ke tukang tambal ban, sedangkan Muhammad d'Insane Abdul Majid isi bensin dulu yang kebetulan didekat situ ada Pombensi,  kata tukang tambal, desa Tedunan masih jauh harus melewati Desa Kalipucang Kulon, ohya sebagai referensi saja Desa Kalipucang Kulon adalah penghasil batu bata terbesar diwilayah kecamatan welahan. kualitas batu bata ini tersebar sampai wilayah daerah istimewa Yogyakarta. didesa ini kita bisa melihat pembuatan bata dari proses pengadukan tanah hingga proses pembakaran, secara geografis Kecamatan Welahan berbatasan dengan Kecamatan Kalinyamatan di sebelah utara, Wedung di sebelah barat, Kecamatan Mayong di sebelah timur, Kecamatan Mijen di sebelah selatan. Setelah melewati Welahan nanti terus lurus sampai bangjo kedua jangan belok-belok, maju lagi sampai pasar pucangaan sampai situ disuruh tanya orang lagi, sperti yang disrankan bapak tadi sampai di pasar Pucangaan kami tanya pada tukang becak..... bla........ bla........ bla........ takut nyasar lagi tanya ke warung rokok .....bla........bla........bla........, 

Sesuai petunjuk bapak yang jaga warung rokok tadi kami berhenti untuk mencari alamat MTs. Irsyaduth Thullabdisini permasalahan mulai timbul dan ini mutlak keteledoran saya, karena nama dan alamat sekolah tersebut ketinggalan di kios, padahal sudah saya print out dan waktu memasukkan kedalam tas keliru dengan kertas lainnya,  alternatif yang kami pakai adalah membuka email dari pihak sekolahan, di sini terjadi masalah pada HP punya Majid yang biasanya bisa untuk membuka email malah gak bisa, yah akhirnya saya tanya ke tukang jual es yang kebetulan lewat disitu, di bilang ini belum desa Tedunan ini desa..... waduh saya lupa nama desanya, kalau mau kedesa Tedunan harus maju lagi, akhirnya perjalanan dilanjutkan lagi.

Sampai didesa Tendunan kami juga masih kebingungan karena lupa nama sekolahan yang dituju, untung saja saya masih ingat dengan nama Kepala sekolahan tersebut, kami muter-muter lagi tapi tetap belum membuahkan hasil, akhirnya tanya ke penjaga fotocopy dia bilang maju terus belok kanan, nyebrang jembatan (kira-kira 500 dari situ) setelah nyebrang jembatan ternyata gak ada belokan kekanan (mungkin saya salah dengar) yah akhirnya kami jalan terus,  eh malah nyasar ke sentra pembuatan garam (tambak garam), ini adalah pengalaman seru yang tidak pernah disangka-sangka sebelumnya, jadi tahu apa itu tambak garam dan proses pembuatan garam, ada yang unik disini ternyata orang kalau masuk ke tambak garam itu gak pakai sepatu biasa, pakainya ember hitam untuk pijakan kedua kakinya, saya jadi ingat film kartun Doraemon malahan, setelah melewati tambak garam maju sampai di salah satu balai desa, ternyata nama desanya sudah lain (lupa nama Desanya) karena gak nemu yang dicari akhirnya balik lagi untuk meneruskan perburuan.
-
Sebelum jembatan tersebut kami belok ke kiri sampai beberapa ratus meter belum juga ada tanda-tanda ditemukannnya sekolahan tersebut. Akhirnya Muhammad d'Insane Abdul Majid punya inisiatif untuk menyalakan laptop yang dibawa agar bisa membuka email,  tapi jadi bingung mau ngidupun laptop dimana? disini di dalam desa, takutnya kita dianggap pamer atau malah dicurigai sebagai teroris karena kami orang asing disitu.
Akhirnya perjalanan diteruskan dan Alhamdulliah ketemu deh tempat yang dituju, dengan Pe-denya saya masuk saja ke ruangan guru dan waktu ditanyain mau ketemu dengan siapa? saya jawab ketemu pak Faiq Aminuddin, salah seorang guru disitu menjawab ini MI bukan MTs, ternyata MTsnya terletak dibelakang sekolahan tersebut (jadi malu deh).
-
Kami pun menuju lokasi yang di tunjukkan Ibu guru tadi, karena takut salah masuk lagi saya suruh Muhammad d'Insane Abdul Majid duluan masuk, dan ternyata di situ Bapak/Ibu guru Mts Irsyaduth thullab sudah menanti kami dari tadi  dengan antusias. Kamipun dipersilahkan duduk, saling memperkenalkan diri masing-masing, setelah itu, atas permintaan pihak sekolahan kami diminta untuk menjelaskan apa itu Linux dan BlankOnMuhammad d'Insane Abdul Majid menjelaskan tentang kelebihan dan kekurangan linux, penjelasan mengenai blankon secara garis besarnya seperti tulisan saya yang bisa Anda lihat disini, sedangkan saya berusaha menjelaskan tentang Standard Office di negara kita yaitu Open Dokument Format (ODF) penjelasan mengenai standard office  bisa Anda lihat ditulisan saya sebelumnya berjudul Standard Open Document Format, terakhir Mahardika menjelaskan kemudahan Linux terutama BlankOn, dia bilang anak SD aja pakai Linux,  koq ada yang bilang linux itu susah, berarti yang bilang linux itu susah lebih bodoh dari anak SD, jangan-jangan yang bilang linux itu susah belum pernah mencoba linux sama sekali.
-

Setelah selesai memberi penjelasan tentang linux, kami lanjutkan dengan proses mencoba Linux dengan menggunakan Live USB, dalam hal ini memakai Distro BlankOn Sajadah, di sini sebenarnya agak seru juga (tapi saya tulis lain waktu aja deh) selanjutnya kita lakukan install BlankOn Sajadah pada beberapa Netbook, Lima notebook berhasil diinstal dengan kendala: 

  1. Samsung tipe lupa, byarpet-byarpet tapi sudah sukses.
  2. Acer tipe juga lupa, lumayan lancar hanya ada kendala pada grub tidak mau tampil, tapi setelah dipancing lagi dengan liveUSB grub lancar
    Break sebentar makan siang  bareng-bareng, ternyata disini kita sudah disiapin makan yang enak-enak ala Demak, pokoknya yang gak ikut rugi deh, selesai makan dilanjutkan dengan 
    sholat dzuhur  di masjid yang letaknya di samping sekolahan, selanjutnya kita lancutkan acara seru yang sempat tertunda tadi yaitu
  3. Instal 2 buah Netbook/ Hp mini, lancar tanpa ada masalah.
  4. install Netbook Axio pico milik pak latief, pemartisian aga susah dan sampai sekarang webcam tidak jalan (PR buat temen-temen)
Selesai deh install BlankOn Sajadah di 5 buah Netbook, selanjutnya kita melakukan setting modem GSM di Naetbook, disini terjadi sedikit masalah karena di Desa Tedunan yang sinyalnya lumayan adalah Telkomsel maka disini memakai paket TelkomFlash, masalahnya adalah gak ada yang tahu username dan password telkomflash, tapi dengan sedikit  pejuangan masalh ini bisa teratasi, karena penasaran pak Faiq Aminuddin mencoba nyetting sendiri modem tersebut di Netbooknya, beliaupun tanya pada saya gimana caranya?  saya suruh aja (guru koq disuruh-suruh) klik bantuan dan cari halaman cara setting modem GSM/CDMA, dan beliau pun sukses setting modem tersebut,  selanjutnya setting printer IP 2700 kita anggap saja tidak ada masalah.
-
Selanjutnya Install OS di komputer Prihatin akhirnya gagal dengan alasan Hardisk sudah agak bad sectors (gak bawa CD Repair Badsectors), memori masih pakai SDRAM PC 133 cuma 256 Mb itu aja masih kepotong Souncard Onboard, Port Kabel IDE kadang agak troubel, pas proses Install terjadi beberapa kali mati lampu, sebenarnya masalah mungkin bisa diatasi, kita hanya kekurangan waktu dan peralatan saja. saya mewakili Teman-teman dari SBS mohon maaf kepada Mts Irsyaduth thullab terutama untuk bapak Faiq Aminuddin dengan adanya kegagalan ini.
Cerita seru selanjutnya yang sedang saya tulis:
  • makan malam bersama
  • pulang kesemarang
  • nonton layar tancap sebentar
  • ada razia kendaran bermotor di Terboyo
  • ada razia kendaran bermotor lagi di Porlres Semarang utara
  • sampai rumah
  • Tidur tanpa mandi...... hehehehe....
untuk foto-foto acara seru tersebut masih menunggu kiriman dari  Muhammad d'Insane Abdul Majid 

1 komentar: